panggil saja dia yuli bukan nama asli, dia ini lahir di bulan juli tahun
1995 di rumah salin terdekat dengan rasa khawatir di hati ayahnya karena
ini kelahiran anak pertamanya yang akan kita panggil yuli bukan nama
asli.
Dia ini teman sekelas gue di bangku sekolah menengah pertama
(SMP) di kota bandung . menurut dia,gue ini adalah sahabat yang baik
walaupun yaa … ya udah gue juga anggap dia sahabat walaupun ….. avatar
roku muncul memakai rok mini jadi alesan ,buka dikit joss *apaan sih
ahahah*
Setelah lulus dari bangku SMP kita berbeda sekolah , dia
bersekolah di sekolah menengah kejuruan sedangkan gue bersekolah di
sekolah luar biasa dengan bantuan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)
karena nilai tes masuk sekolah gue tidak cuku untuk masuk sekolah ini ,
sebodoh ini kah gue masuk Sekolah Luar Biasa saja gak lulus tes dan bisa
masuk karena bantuan SKTM tadi *cerita SLB ini hanya fiktif tapi gue
bodoh nyata*.
Berbeda sekolah sudah pasti bakalan jarang ketemu atau
bahkan tidak akan pernah ketemu lagi . pernah waktu itu gue ketemu dia
dan itu pun acara buka bareng anak-anak kelas angkatan SMP itu pun
setahun sekali , yup setahun sekali.
“manusia tercipta dari
produk apa yang dia pikirkan,apa yang dia pikirkan maka itu lah yang
akan terjadi” ini isi dari buku the secret karya Rhonda byrne dan itu
benar-benar terjadi di hidup gue dan gue alami sendiri.
Waktu itu
pukul 14.00 wib ,pulang sekolah gue naik angkot warna biru nomor 30
,seinget gue waktu itu gue duduk di kursi sebelah kanan . entah setan
dari gunung gede sebalah mana , tiba-tiba gue mengenang masa-masa
jahiliyah gue di zaman smp dan berlanjut memikirkan dia , yup dia yang
di lahirkan dengan rasa khawatir di hati ayahnya.
Sepanjang angkot
berjalan gue terus mengenang dan memikirkannya , tiba-tiba angkot
berhenti di jl.elang . tidak salah lagi mungkin ada penumpang yang mau
naik angkot ini juga. dari ujung mata gue melihat rok panjang warna
abu-abu *ehh bentar bukan rok deh kayanya , celana PDL warna hitam kalo
gak salahh .. aaahhhh sialan gue lupa tapi yang jelas penumpang yang baru
naik itu tidak telanjang* dan dia memakai jilbab putih khas anak
sekolah. Penasaran dengan penumpang yang baru naik , gue memberanikan
diri melihatnya , gue menengok ke arahnya dan secara bersamaan dia juga
menengok kearah gue dan akhirnya gue pun tengok-tengokan. Mata kita
saling melihat dan memandang namun hati kita tidak saling memiliki
*etdahhh mulai baper yang nulis ahaahahahah untuk yang ini becanda*
masih saling pandang-pandangan namun bedanya gue memandang dia penuh
rasa syukur dan takjub sedangkan dia memandang gue dengan pandangan
jijik dan penuh kebencian yang seakan-akan matanya itu berbicara kepada
ibu-ibu disebelahnya “ awas bu dia copet” ,, ooiiiiiiiiii gue bukan
copett -__-
“loh kok?” dia menunjuk gue dengan rasa heran.
“eh heii , ,mau kemana?” tanya gue memecah keheranannya.
“aku mau PKL , kamu mau kemana ?”
“aku mau pulang”
“ke rahmatuloh ?” tanya polos
“iyahh , eehhh eehhhh nggak enggak pulang kerumah lah” pertanyaan macam apa itu
Dia pun ber-oohhhh dan mengangguk takzim.
“kamu PKL dimana?” gue mulai kepo.
“di PT.Inti ri” jawabnya singkat.
“oh yang di deket tegalega itu ya li?”
“iyaaaaaa”
Penumpang yang baru naik angkot warna biru nomor 30 di jl.elang itu adalah temen SMP gue yupp uli :P lancang ya gue di sepanjang perjalanan otak gue yang ngeres dan kurang 5 ons berkapasitas 5mb ini memikirkan dia. Forgive me li
“loh kok?” dia menunjuk gue dengan rasa heran.
“eh heii , ,mau kemana?” tanya gue memecah keheranannya.
“aku mau PKL , kamu mau kemana ?”
“aku mau pulang”
“ke rahmatuloh ?” tanya polos
“iyahh , eehhh eehhhh nggak enggak pulang kerumah lah” pertanyaan macam apa itu
Dia pun ber-oohhhh dan mengangguk takzim.
“kamu PKL dimana?” gue mulai kepo.
“di PT.Inti ri” jawabnya singkat.
“oh yang di deket tegalega itu ya li?”
“iyaaaaaa”
Penumpang yang baru naik angkot warna biru nomor 30 di jl.elang itu adalah temen SMP gue yupp uli :P lancang ya gue di sepanjang perjalanan otak gue yang ngeres dan kurang 5 ons berkapasitas 5mb ini memikirkan dia. Forgive me li
Sepanjang perjaanan dalam angkot gue ngobrol dengannya dan
dia menceritakan tengtang PKLnya yang disuruh-suruh bawa gulungan
kabel,angkat gallon,bikini kopi dan benerin genteng . kasian amat ya
padahal sekolahnya di jurusan komputer malah jadi tukang angkat galon
ahahahaha.
Angkot yang kami naiki melewati jl.jend sudirman,bentar
lagi gue turun , kesel gue sama supir angkotnya kenapa sebelum memasuki
jl.jend sudirman tidak bisa kah muter dulu ke meksiko lalu melewati
equador dan transit di rusia lalu masuk ke jl.jend sudirman atau gimanan
kek caranya agar gue bisa ngobrol lebih lama dengannya.
“mang kiri” *teriak pake toa ke telinga supir angkot*
“turun disinin ri?”
“iyah li, duluan yya”
“iyah ri hati-hati”
Pertemuan pun berakhir dengan ucapan hati-hati darinya dan cium tangan , cipika-cipiki lalu sun kening *okeh sip ini gue karang sendiri dan gak pernah terjadi*
“mang kiri” *teriak pake toa ke telinga supir angkot*
“turun disinin ri?”
“iyah li, duluan yya”
“iyah ri hati-hati”
Pertemuan pun berakhir dengan ucapan hati-hati darinya dan cium tangan , cipika-cipiki lalu sun kening *okeh sip ini gue karang sendiri dan gak pernah terjadi*
“manusia tercipta dari produk apa yang dia
pikirkan,apa yang dia pikirkan maka itu lah yang akan terjadi” ini isi
dari buku the secret karya Rhonda byrne dan itu benar-benar terjadi di
hidup gue dan gue alami sendiri di angkot warna biru nomor 30 pukul
14.00 wib. Terima kasih Rhonda Byrne untuk teorinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar