Sabtu, 12 Maret 2016

Angkot Warna Biru 30

panggil saja dia yuli bukan nama asli, dia ini lahir di bulan juli tahun 1995 di rumah salin terdekat dengan rasa khawatir di hati ayahnya karena ini kelahiran anak pertamanya yang akan kita panggil yuli bukan nama asli.
 
Dia ini teman sekelas gue di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di kota bandung . menurut dia,gue ini adalah sahabat yang baik walaupun yaa … ya udah gue juga anggap dia sahabat walaupun ….. avatar roku muncul memakai rok mini jadi alesan ,buka dikit joss *apaan sih ahahah* 

Setelah lulus dari bangku SMP kita berbeda sekolah , dia bersekolah di sekolah menengah kejuruan sedangkan gue bersekolah di sekolah luar biasa dengan bantuan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) karena nilai tes masuk sekolah gue tidak cuku untuk masuk sekolah ini , sebodoh ini kah gue masuk Sekolah Luar Biasa saja gak lulus tes dan bisa masuk karena bantuan SKTM tadi *cerita SLB ini hanya fiktif tapi gue bodoh nyata*.
 
Berbeda sekolah sudah pasti bakalan jarang ketemu atau bahkan tidak akan pernah ketemu lagi . pernah waktu itu gue ketemu dia dan itu pun acara buka bareng anak-anak kelas angkatan SMP itu pun setahun sekali , yup setahun sekali.
    
“manusia tercipta dari produk apa yang dia pikirkan,apa yang dia pikirkan maka itu lah yang akan terjadi” ini isi dari buku the secret karya Rhonda byrne dan itu benar-benar terjadi di hidup gue dan gue alami sendiri.
 
Waktu itu pukul 14.00 wib ,pulang sekolah gue naik angkot warna biru nomor 30 ,seinget gue waktu itu gue duduk di kursi sebelah kanan . entah setan dari gunung gede sebalah mana , tiba-tiba gue mengenang masa-masa jahiliyah gue di zaman smp dan berlanjut memikirkan dia , yup dia yang di lahirkan dengan rasa khawatir di hati ayahnya.
 
Sepanjang angkot berjalan gue terus mengenang dan memikirkannya , tiba-tiba angkot berhenti di jl.elang . tidak salah lagi mungkin ada penumpang yang mau naik angkot ini juga. dari ujung mata gue melihat rok panjang warna abu-abu *ehh bentar bukan rok deh kayanya , celana PDL warna hitam kalo gak salahh .. aaahhhh sialan gue lupa tapi yang jelas penumpang yang baru naik itu tidak telanjang* dan dia memakai jilbab putih khas anak sekolah. Penasaran dengan penumpang yang baru naik , gue memberanikan diri melihatnya ,  gue menengok ke arahnya dan secara bersamaan dia juga menengok kearah gue dan akhirnya gue pun tengok-tengokan. Mata kita saling melihat dan memandang namun hati kita tidak saling memiliki *etdahhh mulai baper yang nulis ahaahahahah untuk yang ini becanda*  masih saling pandang-pandangan namun bedanya gue memandang dia penuh rasa syukur dan takjub sedangkan dia memandang gue dengan pandangan jijik dan penuh kebencian yang seakan-akan matanya itu berbicara kepada ibu-ibu disebelahnya “ awas bu dia copet” ,,  ooiiiiiiiiii gue bukan copett -__-

“loh kok?” dia menunjuk gue dengan rasa heran.

“eh heii , ,mau kemana?” tanya gue memecah keheranannya.

“aku mau PKL , kamu mau kemana ?”

“aku mau pulang”

“ke rahmatuloh ?” tanya polos

“iyahh , eehhh eehhhh nggak enggak pulang kerumah lah” pertanyaan macam apa itu

Dia pun ber-oohhhh dan mengangguk takzim.

“kamu PKL dimana?” gue mulai kepo.

“di PT.Inti ri” jawabnya singkat.

“oh yang di deket tegalega itu ya li?”

“iyaaaaaa”

Penumpang yang baru naik angkot warna biru nomor 30 di jl.elang itu adalah temen SMP gue yupp uli :P lancang ya gue di sepanjang perjalanan otak gue yang ngeres dan kurang 5 ons berkapasitas 5mb ini memikirkan dia.  Forgive me li
    
Sepanjang perjaanan dalam angkot gue ngobrol dengannya dan dia menceritakan tengtang PKLnya yang disuruh-suruh bawa gulungan kabel,angkat gallon,bikini kopi dan benerin genteng . kasian amat ya padahal sekolahnya di jurusan komputer malah jadi tukang angkat galon ahahahaha.
 
Angkot yang kami naiki melewati jl.jend sudirman,bentar lagi gue turun , kesel gue sama supir angkotnya kenapa sebelum memasuki jl.jend sudirman tidak bisa kah muter dulu ke meksiko lalu melewati equador dan transit di rusia lalu masuk ke jl.jend sudirman atau gimanan kek caranya agar gue bisa ngobrol lebih lama dengannya.

“mang kiri” *teriak pake toa ke telinga supir angkot*

“turun disinin ri?”

“iyah li, duluan yya”

“iyah ri hati-hati”

Pertemuan pun berakhir dengan ucapan hati-hati darinya dan cium tangan , cipika-cipiki lalu sun kening *okeh sip ini gue karang sendiri dan gak pernah terjadi*
    
“manusia tercipta dari produk apa yang dia pikirkan,apa yang dia pikirkan maka itu lah yang akan terjadi” ini isi dari buku the secret karya Rhonda byrne dan itu benar-benar terjadi di hidup gue dan gue alami sendiri di angkot warna biru nomor 30 pukul 14.00 wib. Terima kasih Rhonda Byrne untuk teorinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar