Sabtu, 26 Maret 2016

Cerita di Pagi hari.



          Hari senin ini adalah hari terahir di bulan februari,waktu masih pagi ketika mata gue terbangun dari tidur dengan adik kecil gue yang ikut-ikutan bangun dengan tegangnya . gue menganggap ini wajar mungkin efek mimpi semalam yang gue alami , iyah gue semalam mimpi dengan saepul jamil *bledagggg*
Menurut lagu anak-anak yang berjudul “bangun tidur” yang liriknya itu seperti ini :

bangun tidur ku terus mandi ,
tidak lupa menggosok gigi ,
habis mandi ku tolong ibu ,
membersihkan tempat tidurku . 
*bacanya gausah pake nyanyi* .

dari lagu itu ada beberapa lirik yang gue ikutin ketika pagi hari contohnya “bangun tidur kuterus mandi” iyah yang ini gue ikutin abis bangun ya mandi bukannya langsung buka laptop buat nulis skripsi , bukannnnn gue masih semester 2 masih jauh dari kata skripsi . lirik kedua berisi “tidak lupa menggosok gigi” nah untuk lirik kedua ini kadang gue lakuin kadang nggk , gue lakuin ketika gue membawa gigi ke kamar mandi kalo gue lupa bawa gigi ke kamar mandi ya gue gak lakuin  soalnya sebelum tidur gue selalu melepas gigi gue kalo kata orang sunda mah lameh teu buluan , ini gigi bego bukan baju kalo mau yang buluan makannnya pake gigi yang terbuat dari cotton combad 24s *makin ngawur*.

           lirik berikutnya adalah “habis mandi ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku” nah yang ini gue gak lakuin , bukan gue pemalas atau gasuka nolong ibu gue atau yang gue panggil emak biar lebih akrab , tapi lebih menjaga sopan santun dan etika gue kepada emak gue . gue biasanya habis mandi handukan dulu ngeringin badan diteruskan memakai kolor  lengkap dengan  celananya, gak mungkin kan gue habis mandi dengan masih basah kuuyup dan mbelom mengggunakan baju sehelai pun tiba-tiba bantuin emak gue yang lagi beresin tempat tidur , yang ada gue entar disangka mau memeperkosa ibu gue dan di kutuklah gue jadi batu seperti malin kundang yang durhaka kepada ibunya sehingga di kutuk menjadi batu , bedanya gue di kutuk menjadi batu berbentuk sempak segitiga dengan gambar love di bagian pantat.
             
             Mungkin 30 menit kemudian setelah selesai mandi,sarapan dan lalu boker . gue siap-siap untuk berangkat kerja , ikat tali sepatu,panasin motor,pasang helm SNI sampe berbunyu “klik” dan dengan wajah so cool , kaki ngangkang seperti cowboy yang akan berduel . “aku siap…aku siap…aku siap”ucap gue dengan percaya diri . halo rutinitas selamat pagi.

“kamu emang pengen di kutuk jadi  batu bentuk sempak ya ri” emak gue memecah kepercayaan diri gue.

“salah saya  apa mak? Udah ya mak saya telat nih , pergi dulu ya”

Saat pamitan emak gue buru-buru masuk lari kedalam rumah dengan panik . lah paling juga emak gue lupa matiin kompor atau air yang dia masak gosong . terserah dah mak gue pergi kerja dulu , doakan anakmu ini mak.

“heyy anak kampret , entar kamu di tilang polisi . woooooiiiiiiiiiiii kamu lupa pake calana”

Meninggalkan rumah emak gue teriak-teriak namun karena sudah agak jauh dan gue yang memakai hedset teriakan emak gue tidak terdengar . gue pun melanjutkan perjalanan.

**

            Gue menikmati pagi dengan pagi itu dengan hati yang bersyukur mulain dari bangun tidur gue tidak lupa membaca doa (doa mau adus) sampai sekarang gue yang lagi di perjalanan menuju tempat kerja.
Cuaca bandung pagi ini seperti biasa dingin ,ada yang aneh dari dingin ini gue ngerasa hanya dingin di bagian pinggang ke bawah saja untuk pinggang ke atas biasa saja ,ah mungkin hanya perasaan saja gak ada yang harus di pikirkan . gue pun memacu motor besi gue dan menambahkan kecepatannya.

            Sekitar 20 menit gue meninggalkan rumah dengan emak gue yang teriak-teriak gak jelasdan gak kedengaran oleh kuping gue yang tersumpal hedset dan pakai helm juga. Motor gue tertahan di lampu merah di salah satu perempatan menuju tempat gue bekerja oke dah gue tunggu aja paling hanya beberapa menit , eh tapi apa tuh di depan kok rame ada polisi segala lagi ? hati gue bertanya-tanya. Buka kaca helm dan melihat kedepan dan ternyata ada operasi polisi (razia). Ah gye mah tenang kalo ada rajia kaya gini mah , helm pake,surat-surat lengkap,motor layak jalan walaupun hati yang tidak layak untuk di bawa-bawa *gausah bawa-bawa hati* yakin gue dalam hati razia kali ini lolos seperti razia biasanya. Kalo pun disuruh menepi kepingggir jalan paling gue tinggal menjawab ucapan selamat pagi yang bakal dia ucapkan,lalu menunjukan sim dan stnk sesuai perintahnya, karena surat-surat gue lengkap gue tinggal melanggang pergi dengan senyum penuh kemenangan karena pak polisi tadi gagal dapet uang tilang sepersen pun dari gue.

            Hati tenang karena yakin tidak akan kena tilang tapi ada sedikit perasaan aneh saat gue menunggu lampu merah berubah menjadi hijau , entah perasaah apaa pokoknya aneh kayanya orang –orang menertawakan sesuatu , sesuatu apa yang di tertawakan ? entahlah tapi gue merasa aneh . gue memperhatikan sekitar di sebelah kanan motor Jupiter z yang di naiki seorang bapak-bapak terlihat cekikikan menahan tawa,di sebelah kiri gue motor Honda beat yang di naiki seorang pelajar juga sama cekikikannya . gue berpikir positif mungkin dengan mereka ketawa-ketawa di pagi hari membuat mood mereka baik atau mungkin karena mereka terlalu bersemangat , atau kalo boleh gue so tau mungkin dengan ketawa-ketawa di pagi hari itu cara mereka mensyukuri pagi yang masih di berikan tuhan kepada meraka .

            Merah di lampu lalu lintas berubah menjadi hijau tanda harus majunya kendaraan yang tadi tertahan pada saat lampu merah. Satu persatu kendaraan seperti motor yang berada di barisan depan  maju perlahan, mobil ,bus dan truk yang di belakang menyusul maju perlahan . gue pun ikut maju.
Beberapa saat motor gue meninggalkan lampu merah gue di hadang oleh lelaki berseragam dengan rompi warna kuning stabile dan memakai helm SNI padahal dia tidak sedang mengendarai sepeda motor , gue di hadang polisi yang bertugas.

“priiittt….prriittt…prriittttt….”suara peluit dengan gerakan tangan menunjuk motor gue memerintahkan menepi ke pinggir

“selamat pagi” sapa polisi dengan tangan bersikap hormat

“iya pagi” jawab gue.

“bias tujukan surat-surat kendaraannya!”

“ini pak”

“bapak saya tilang” sambil mengeluarkan buku tilang di sakunya.

“salah saya apa pak? Sim dan stnk saya lengkap” gue mencoba mengelak.

“bapak bawa motor gak pake celana ”menulis di surat tilang , merobeknya dan lalu menempelkan tepat di bagian anu gue.

“KAMPRETTTTTTT!!!!!!!!”

gue lupa , celana gue ketinggalan ketika gue boker tadi di rumah. Saat gue menyadari bahwa gue gak pake celana suasana di sekitar menjadi ramai dengan sorak-sorakan dan siul-siulan orang- orang sekitar namun gue sibuk menutupi bagian anu gue dengan kedua tangan.

“kasihan itu adik kecilnya masuk angina” salah satu dari orang-orang mulai menyinyir.

“mas mas itu burung apa kecebong?” ini beda orang lagi nyinyirnya

“ini jentik nyamuk” jawab gue ketus menahan malu.

Suasana pun ramai dan gaduh dengan siulan dan sorak-sorakan di selingi dengan celetukan dan nyirnyiran orang seiktar gue.

            Langit masih cerah dengan udara yang sedikit tercemar oleh asap damri yang hitam. Kicau burung kalah oleh bisingnya kendaraan dan terikan kendek damri elang-cibiru. Mungkin sekitar setengah perjalanan lagi gue nyampe di tempat kerja namun gue tertahan di tempat razia polisi. 5 menit berlalu gue Manahan malu tiba- tiba gue mendengar suara yang sudah akrab di telinga gue , semakin lama suaranya asemakin jelas. Ah mungkin gue cuman berhalusinasi mana mungkin emak gue ada disini , sekarang mungkin dia sedang masak dirumah itu juga jika ada sayur untuk dimasak . suaranya semakin jelas dan semakin jelas lantas memecah keheningan diri gue.

“heh anak badung , lu emang beneran minta di kutuk jadi batu bentuk sempak”

“eh emak”

“elu kalo di bilangin orang tua dengerin jangan main pergi ngeloyor aja kaya penganten baru di malam hari”

“rusuh mak”

“nih pake,emak khawatir elu di tilang polisi.saekarang bener kan lu kena tilang dengan pasal porno aksi” emak gue melemparkan celana ke muka gue , disusul celana dalamnya.

“iye mak maaf” gue mulai memakai celana yang di lempar muka gue.

“cepet dah lu sono pergi kerja”

“iyaa mak , makasih ya mak” sun tangan

           Suasana menjadi berubah yang awalnya ramai dengan sorak-sorai dan siul-siulan karena melihat pemandangan aneh di pagi hari melihat pengendara motor gapake celana seperti melihat sirkus . suasana berubah menjadi haru oleh aksi emak gue barusan dengan heroiknya.

Gue pun melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja setelah berpamitan dengan emak dan polisi yang tadi menilang gue . tidak lupa jug ague mencopot surat tilang yang nempel di anu gue ini. Menuju tak terbatas dan melampauinya gu pun ngacir dengan kecepatan penuh.

EPILOG !!!

Masih di tempat tilang polisi tadi.

“ibu saya tilang” tilang polisi kepada emak gue

“berani kamu nilang saya?” memasang muka sangar seperti ibu kost yang nagih uang kostan di awal bulan

maaf bu bercanda,tadi di bajak” lah dikata bbm di bajak
Wanita dan ibu-ibu itu selalu benar kalaupun mereka salah laki-laki lah penyebabnya.

**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar