Senin, 21 November 2016

petarung malam yang memeluk sebuah pelukan



Petarung malam yang
memeluk sebuah pelukan


kaki yang berjalan tanpa langkah , dengan bahasanya yang khas tanpa mengeluarkan kata-kata ataupun suara walau sebising . dipenantian terakhir aku menanti datangnya seseorang yang tak ku kenal rupa dan bentuk pelipis kanannya yang puisi.

Pada malam tak telalu gelap dari sore hari namun tak juga secerah pagi , kalian bisa menemukanku di balik tetesan keringat , telapak tangan yang kasar , atau bahkan di sela-sela kaki seorang ibu yang sedang memeluk sebuah pelukan di pelukannya.

malam hari , disampingku adalah diriku sendiri yang bicara dengan bahasa ibu menceritakan sebuah kisah yang tak di mengerti oleh , deru angin , risau hati dan kau.


Minggu, 23 Oktober 2016

untukmu pak



Sepulangnya aku dari semua rutinitasku adalah dirimu yang sedang terlelap dengan atau tanpa raut muka lelah walau tubuh tuamu yang penuh debu dan kotoran yang kau lupa bersihkan , kebiasan jorokmu yang ku maklumi dan ku sedihkan.

Dalam lelapmu sedikit kuperhatikan kedua tanganmu . Dari mulai jari-jari tanganmu dengan kuku kotornya , telapak tangan yang sudah kapalan dan kotor juga , punggung tangan yang warnanya sudah tidak sama lagi dengan warna asli kulitmu . Tapi...
Jelekknya tanganmu yang sekarang aku masih bisa merasakan hangatnya yang sehangat matahari pagi ketika tanganmu mengelus rambutku layaknya aku diperlakukan seperti anak kecil . Hangat namun sudah sedikit kasar seperti kulit bata g pohon namun menghangatkan dan mententramkan ....

"Besok-besok kau tak usah lagi menyentuh ban motor , karet tambal dan peralatan bengkel yang kotor , doakan pak ini tekadku" Gumam dalamm batinku.

masih dalam keadaanmu yang terlelap . dari tangan kuperhatikan juga kedua kakimu yang luar biasa itu , tanpa mengecilkan peran anggota tubuhmu yang lain dari kakimu lah ibuku bisa mengpulkan asap dapur dan diriku yang bisa baca tulis adalah tak lain dari peran kakimu yang menghasilkan pundi2 rupiah untuk kehidupan yang lebih baik walaupun belum baik , tapi setidaknya tak buruk .
Batinku terkagum dalam kesedihan melihat kakimu saat ini . Telapak kaki yang kotor dan pecah-pecah , belum lagi kuku jarinya yang lupa kau potong. Tak perlu lah kau perlihatkan kakimu itu , tanpa melihat juga aku sudah tau kau itu pekerja keras . Sekali lagi ku katakan aku tau kau pekerja keras , tangan dan kaki yang kotor adalah ciri-ciri pekerja keras . 

"Besok kubelikan kau sandal atau sepatu yang bagus,mahal untuk melindungi kakimu . Tapi nanti kalo aku ada rezeki , sekarang aku minta doa dulu pak . Doakan nakmu ini " Lagi-lagi gumamku dalam batin

Aku mengambil piring , nasi dan lauk sisa pagi sarapanku kumakan dengan lahap . Disampingku masih ada kau yang terlelap dalam tidurmu membuatku teringat sesuatu yang menghentikan melahap makananku  .
Sudah makan kau hari ini ?, 
makan apa saja? , 
enak gak , kenyang gak ? ? 
Ingin sekali ku tanya dan ku ajak kau makan bersama namun rasa inginku kalah dengan rasa tidak tegaku membangunkanmu . 
Kebiasaan burukmu yang paling kubenci adalah ini susah diatur masalah makan , bukanya mau so mengatur orang tua tapi setidaknya jangan sampai kau telat makan nanti kau sakit. Dipagi hari sebelum berangkat kerja kau memilih kopi dan rokok sebagai asupan tenaga menghiraukan nasi goreng dan gorengan dengan santainya kau berkata "ini sumber tenaga sepanjang hari bapak"
Tak kuhiraukan celotehmu aku sibuk dengan nasi goreng dan gorenganku yang ku lahap .
Siang hari kau juga sering tak makan dengan alasan sayang kalo makan diluar mending nanti di rumah malam hari mending uang makannya buat tambah modal usaha atau buat mamahku masak . Alasan yang logis dan tak bisa di bantah olehku. 
Teruntuk tuhan jika aku boleh bertanya kau ciptakan dari apa perut bapakku itu ? Pagi cuman roko dan kopi bisa menahan lapar sepanjang hari .
aku tahu kau sedang mengatur keuangan untuk menyambung usaha dan hidup keluarga , tapi ayolah pak jangan mengatur sesuatu dengan perut yang kosong . Seperti perinsipku "tidak memulai sesuatu ketika perut kosong"

"Soal ini aku tak bisa mengelak tapi aku minta kau untuk makan tepat waktu dan tentu juga aku minta doa padamu . Ku traktir kau makan jika aku ada rezeki . Saat ini doakan.usaha anakmu" sekali lagi batinku bergumam

Terakhirrr.....


Saat menulis tulisan ini yang tak ada artinya dibanding perjuangan dan pelajaran hidup yang tak aku tulis dalam tulisan ini kau hari ini tepat berumur 46 tahun . Tepat hari ini.

"Kita beli kue buat rayain ulang tahun bapak" diskusiku dengan mamahku.

"Tak usah , bapak gak suka . Doakan aja bapak di beri kesehatan ,dilancarkan usaha,dan diberi kekuatan untuk mencukupi kehidupan kalian  (mamahku dan aku)" balas bapakku yang mendengar rencanaku.

Sederhana ....

Happpy birthday my first hero :)



Senin, 29 Agustus 2016

(puisi) Semangatmu Betinaku !

Semangatmu betinaku !

Kalimat yang aku panjatkan
kepadaNYA , adalah pintaku
untuk menjaga semangatmu
ketika kau lupa menjaga dirimu sendiri.

Mudah untuk ku jelaskan
kepada sang rasa ingin tahumu
ketika kenapa dengan tanda tanya
memasuki sel-sel otak payahmu yang kuat.

Semangatmu untuk bangun
saat kau jatuh dari jatuhmu.
Semangatmu untuk tertawa
saat kau bersedih akan sedihmu.
Semangatmu untuk sembuh
saat kau sakit , bukan dari sakitmu
tapi....
Dari perjuanganmu dan semuanya.

Semangatmu betinaku !
Adalah hembusan nafas tanpa alat bantu pernapasan.

Semangatmu betinaku !
semakin menjadi semangatku
untuk meminta kepadaNya untuk
menjaga semangatmu , betinaku !!

**
-Bandung 28 agustus 2016-
Dalam kebingungan untuk yang dituju.
Malam hari.

Selasa, 07 Juni 2016

(Puisi) Kelas Sore pada Malam Hari

Erry Gusman
A1011511RB5303 
Bangun terlalu siang di pagi hari
Padahal belum tidur semalaman.
mendarah dan sudah menjadi daging.
demi masa indah di depan kedua orang tua.


Kemacetan di sore hari dan kepulan polusi suara hati
Adalah teman .
Kicauan indah komplenan konsumen dan gertakan atasan
Adalah teman bicara .
Target dan omset untuk memperkaya pemilik perusahaan
Adalah pendengar yang baik.
Disiplin itu harus , menyerah jangan
Karena
Disiplin adalah nafas kami


Masa muda yang ada dalam diri anak-anak ini berontak
Upah untuk jalan-jalan dan belanja selama sebulan
Menjadi korban
Untuk gelar di belakang nama
Bukan masalah gelar tapi lebih dari itu
Makna dari lelah dengan mata yang tersenyum ketika terlelap
yang kami dapat.



Jari jemari yang manari di atas lantai susunan huruf computer
Pada malam hari menjadi cemilan selain biscuit dan segelas kopi.
Batas waktu pukul 10.00
Koreografi dari gerakan latar belakang , kata pengantar dan kesimpulan ,
Harus sudah rapi tersaji di meja sang maha penentu nilai.
Dia lupa
Kami mencari upah mengajar mereka pukul 08.00.


Kaki berjalan lebih jauh , otak terpaksa berfikir lebih dalam
Sebuah pernyataan tertulis
Oleh tangan tidak dengan hati yang masih tertidur berselimut kwitansi sisa pembayarann.
Batas waktu tanggal 4 bulan ke 6.
Sudah terstempel dengan senyum yang berkembang di bagian keuangan.
Mereka lupa
Ada perut dan mulut yang harus diisi
 dan
hidup yang harus di lunasi
Kami sibuk dengan yang lain tanggal 5 bulan ke enam.


manajemen 15'
3 ramadhan 1437 hijriah.

Sabtu, 26 Maret 2016

Cerita di Pagi hari.



          Hari senin ini adalah hari terahir di bulan februari,waktu masih pagi ketika mata gue terbangun dari tidur dengan adik kecil gue yang ikut-ikutan bangun dengan tegangnya . gue menganggap ini wajar mungkin efek mimpi semalam yang gue alami , iyah gue semalam mimpi dengan saepul jamil *bledagggg*
Menurut lagu anak-anak yang berjudul “bangun tidur” yang liriknya itu seperti ini :

bangun tidur ku terus mandi ,
tidak lupa menggosok gigi ,
habis mandi ku tolong ibu ,
membersihkan tempat tidurku . 
*bacanya gausah pake nyanyi* .

dari lagu itu ada beberapa lirik yang gue ikutin ketika pagi hari contohnya “bangun tidur kuterus mandi” iyah yang ini gue ikutin abis bangun ya mandi bukannya langsung buka laptop buat nulis skripsi , bukannnnn gue masih semester 2 masih jauh dari kata skripsi . lirik kedua berisi “tidak lupa menggosok gigi” nah untuk lirik kedua ini kadang gue lakuin kadang nggk , gue lakuin ketika gue membawa gigi ke kamar mandi kalo gue lupa bawa gigi ke kamar mandi ya gue gak lakuin  soalnya sebelum tidur gue selalu melepas gigi gue kalo kata orang sunda mah lameh teu buluan , ini gigi bego bukan baju kalo mau yang buluan makannnya pake gigi yang terbuat dari cotton combad 24s *makin ngawur*.

           lirik berikutnya adalah “habis mandi ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku” nah yang ini gue gak lakuin , bukan gue pemalas atau gasuka nolong ibu gue atau yang gue panggil emak biar lebih akrab , tapi lebih menjaga sopan santun dan etika gue kepada emak gue . gue biasanya habis mandi handukan dulu ngeringin badan diteruskan memakai kolor  lengkap dengan  celananya, gak mungkin kan gue habis mandi dengan masih basah kuuyup dan mbelom mengggunakan baju sehelai pun tiba-tiba bantuin emak gue yang lagi beresin tempat tidur , yang ada gue entar disangka mau memeperkosa ibu gue dan di kutuklah gue jadi batu seperti malin kundang yang durhaka kepada ibunya sehingga di kutuk menjadi batu , bedanya gue di kutuk menjadi batu berbentuk sempak segitiga dengan gambar love di bagian pantat.
             
             Mungkin 30 menit kemudian setelah selesai mandi,sarapan dan lalu boker . gue siap-siap untuk berangkat kerja , ikat tali sepatu,panasin motor,pasang helm SNI sampe berbunyu “klik” dan dengan wajah so cool , kaki ngangkang seperti cowboy yang akan berduel . “aku siap…aku siap…aku siap”ucap gue dengan percaya diri . halo rutinitas selamat pagi.

“kamu emang pengen di kutuk jadi  batu bentuk sempak ya ri” emak gue memecah kepercayaan diri gue.

“salah saya  apa mak? Udah ya mak saya telat nih , pergi dulu ya”

Saat pamitan emak gue buru-buru masuk lari kedalam rumah dengan panik . lah paling juga emak gue lupa matiin kompor atau air yang dia masak gosong . terserah dah mak gue pergi kerja dulu , doakan anakmu ini mak.

“heyy anak kampret , entar kamu di tilang polisi . woooooiiiiiiiiiiii kamu lupa pake calana”

Meninggalkan rumah emak gue teriak-teriak namun karena sudah agak jauh dan gue yang memakai hedset teriakan emak gue tidak terdengar . gue pun melanjutkan perjalanan.

**

            Gue menikmati pagi dengan pagi itu dengan hati yang bersyukur mulain dari bangun tidur gue tidak lupa membaca doa (doa mau adus) sampai sekarang gue yang lagi di perjalanan menuju tempat kerja.
Cuaca bandung pagi ini seperti biasa dingin ,ada yang aneh dari dingin ini gue ngerasa hanya dingin di bagian pinggang ke bawah saja untuk pinggang ke atas biasa saja ,ah mungkin hanya perasaan saja gak ada yang harus di pikirkan . gue pun memacu motor besi gue dan menambahkan kecepatannya.

            Sekitar 20 menit gue meninggalkan rumah dengan emak gue yang teriak-teriak gak jelasdan gak kedengaran oleh kuping gue yang tersumpal hedset dan pakai helm juga. Motor gue tertahan di lampu merah di salah satu perempatan menuju tempat gue bekerja oke dah gue tunggu aja paling hanya beberapa menit , eh tapi apa tuh di depan kok rame ada polisi segala lagi ? hati gue bertanya-tanya. Buka kaca helm dan melihat kedepan dan ternyata ada operasi polisi (razia). Ah gye mah tenang kalo ada rajia kaya gini mah , helm pake,surat-surat lengkap,motor layak jalan walaupun hati yang tidak layak untuk di bawa-bawa *gausah bawa-bawa hati* yakin gue dalam hati razia kali ini lolos seperti razia biasanya. Kalo pun disuruh menepi kepingggir jalan paling gue tinggal menjawab ucapan selamat pagi yang bakal dia ucapkan,lalu menunjukan sim dan stnk sesuai perintahnya, karena surat-surat gue lengkap gue tinggal melanggang pergi dengan senyum penuh kemenangan karena pak polisi tadi gagal dapet uang tilang sepersen pun dari gue.

            Hati tenang karena yakin tidak akan kena tilang tapi ada sedikit perasaan aneh saat gue menunggu lampu merah berubah menjadi hijau , entah perasaah apaa pokoknya aneh kayanya orang –orang menertawakan sesuatu , sesuatu apa yang di tertawakan ? entahlah tapi gue merasa aneh . gue memperhatikan sekitar di sebelah kanan motor Jupiter z yang di naiki seorang bapak-bapak terlihat cekikikan menahan tawa,di sebelah kiri gue motor Honda beat yang di naiki seorang pelajar juga sama cekikikannya . gue berpikir positif mungkin dengan mereka ketawa-ketawa di pagi hari membuat mood mereka baik atau mungkin karena mereka terlalu bersemangat , atau kalo boleh gue so tau mungkin dengan ketawa-ketawa di pagi hari itu cara mereka mensyukuri pagi yang masih di berikan tuhan kepada meraka .

            Merah di lampu lalu lintas berubah menjadi hijau tanda harus majunya kendaraan yang tadi tertahan pada saat lampu merah. Satu persatu kendaraan seperti motor yang berada di barisan depan  maju perlahan, mobil ,bus dan truk yang di belakang menyusul maju perlahan . gue pun ikut maju.
Beberapa saat motor gue meninggalkan lampu merah gue di hadang oleh lelaki berseragam dengan rompi warna kuning stabile dan memakai helm SNI padahal dia tidak sedang mengendarai sepeda motor , gue di hadang polisi yang bertugas.

“priiittt….prriittt…prriittttt….”suara peluit dengan gerakan tangan menunjuk motor gue memerintahkan menepi ke pinggir

“selamat pagi” sapa polisi dengan tangan bersikap hormat

“iya pagi” jawab gue.

“bias tujukan surat-surat kendaraannya!”

“ini pak”

“bapak saya tilang” sambil mengeluarkan buku tilang di sakunya.

“salah saya apa pak? Sim dan stnk saya lengkap” gue mencoba mengelak.

“bapak bawa motor gak pake celana ”menulis di surat tilang , merobeknya dan lalu menempelkan tepat di bagian anu gue.

“KAMPRETTTTTTT!!!!!!!!”

gue lupa , celana gue ketinggalan ketika gue boker tadi di rumah. Saat gue menyadari bahwa gue gak pake celana suasana di sekitar menjadi ramai dengan sorak-sorakan dan siul-siulan orang- orang sekitar namun gue sibuk menutupi bagian anu gue dengan kedua tangan.

“kasihan itu adik kecilnya masuk angina” salah satu dari orang-orang mulai menyinyir.

“mas mas itu burung apa kecebong?” ini beda orang lagi nyinyirnya

“ini jentik nyamuk” jawab gue ketus menahan malu.

Suasana pun ramai dan gaduh dengan siulan dan sorak-sorakan di selingi dengan celetukan dan nyirnyiran orang seiktar gue.

            Langit masih cerah dengan udara yang sedikit tercemar oleh asap damri yang hitam. Kicau burung kalah oleh bisingnya kendaraan dan terikan kendek damri elang-cibiru. Mungkin sekitar setengah perjalanan lagi gue nyampe di tempat kerja namun gue tertahan di tempat razia polisi. 5 menit berlalu gue Manahan malu tiba- tiba gue mendengar suara yang sudah akrab di telinga gue , semakin lama suaranya asemakin jelas. Ah mungkin gue cuman berhalusinasi mana mungkin emak gue ada disini , sekarang mungkin dia sedang masak dirumah itu juga jika ada sayur untuk dimasak . suaranya semakin jelas dan semakin jelas lantas memecah keheningan diri gue.

“heh anak badung , lu emang beneran minta di kutuk jadi batu bentuk sempak”

“eh emak”

“elu kalo di bilangin orang tua dengerin jangan main pergi ngeloyor aja kaya penganten baru di malam hari”

“rusuh mak”

“nih pake,emak khawatir elu di tilang polisi.saekarang bener kan lu kena tilang dengan pasal porno aksi” emak gue melemparkan celana ke muka gue , disusul celana dalamnya.

“iye mak maaf” gue mulai memakai celana yang di lempar muka gue.

“cepet dah lu sono pergi kerja”

“iyaa mak , makasih ya mak” sun tangan

           Suasana menjadi berubah yang awalnya ramai dengan sorak-sorai dan siul-siulan karena melihat pemandangan aneh di pagi hari melihat pengendara motor gapake celana seperti melihat sirkus . suasana berubah menjadi haru oleh aksi emak gue barusan dengan heroiknya.

Gue pun melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja setelah berpamitan dengan emak dan polisi yang tadi menilang gue . tidak lupa jug ague mencopot surat tilang yang nempel di anu gue ini. Menuju tak terbatas dan melampauinya gu pun ngacir dengan kecepatan penuh.

EPILOG !!!

Masih di tempat tilang polisi tadi.

“ibu saya tilang” tilang polisi kepada emak gue

“berani kamu nilang saya?” memasang muka sangar seperti ibu kost yang nagih uang kostan di awal bulan

maaf bu bercanda,tadi di bajak” lah dikata bbm di bajak
Wanita dan ibu-ibu itu selalu benar kalaupun mereka salah laki-laki lah penyebabnya.

**

Sabtu, 12 Maret 2016

Angkot Warna Biru 30

panggil saja dia yuli bukan nama asli, dia ini lahir di bulan juli tahun 1995 di rumah salin terdekat dengan rasa khawatir di hati ayahnya karena ini kelahiran anak pertamanya yang akan kita panggil yuli bukan nama asli.
 
Dia ini teman sekelas gue di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di kota bandung . menurut dia,gue ini adalah sahabat yang baik walaupun yaa … ya udah gue juga anggap dia sahabat walaupun ….. avatar roku muncul memakai rok mini jadi alesan ,buka dikit joss *apaan sih ahahah* 

Setelah lulus dari bangku SMP kita berbeda sekolah , dia bersekolah di sekolah menengah kejuruan sedangkan gue bersekolah di sekolah luar biasa dengan bantuan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) karena nilai tes masuk sekolah gue tidak cuku untuk masuk sekolah ini , sebodoh ini kah gue masuk Sekolah Luar Biasa saja gak lulus tes dan bisa masuk karena bantuan SKTM tadi *cerita SLB ini hanya fiktif tapi gue bodoh nyata*.
 
Berbeda sekolah sudah pasti bakalan jarang ketemu atau bahkan tidak akan pernah ketemu lagi . pernah waktu itu gue ketemu dia dan itu pun acara buka bareng anak-anak kelas angkatan SMP itu pun setahun sekali , yup setahun sekali.
    
“manusia tercipta dari produk apa yang dia pikirkan,apa yang dia pikirkan maka itu lah yang akan terjadi” ini isi dari buku the secret karya Rhonda byrne dan itu benar-benar terjadi di hidup gue dan gue alami sendiri.
 
Waktu itu pukul 14.00 wib ,pulang sekolah gue naik angkot warna biru nomor 30 ,seinget gue waktu itu gue duduk di kursi sebelah kanan . entah setan dari gunung gede sebalah mana , tiba-tiba gue mengenang masa-masa jahiliyah gue di zaman smp dan berlanjut memikirkan dia , yup dia yang di lahirkan dengan rasa khawatir di hati ayahnya.
 
Sepanjang angkot berjalan gue terus mengenang dan memikirkannya , tiba-tiba angkot berhenti di jl.elang . tidak salah lagi mungkin ada penumpang yang mau naik angkot ini juga. dari ujung mata gue melihat rok panjang warna abu-abu *ehh bentar bukan rok deh kayanya , celana PDL warna hitam kalo gak salahh .. aaahhhh sialan gue lupa tapi yang jelas penumpang yang baru naik itu tidak telanjang* dan dia memakai jilbab putih khas anak sekolah. Penasaran dengan penumpang yang baru naik , gue memberanikan diri melihatnya ,  gue menengok ke arahnya dan secara bersamaan dia juga menengok kearah gue dan akhirnya gue pun tengok-tengokan. Mata kita saling melihat dan memandang namun hati kita tidak saling memiliki *etdahhh mulai baper yang nulis ahaahahahah untuk yang ini becanda*  masih saling pandang-pandangan namun bedanya gue memandang dia penuh rasa syukur dan takjub sedangkan dia memandang gue dengan pandangan jijik dan penuh kebencian yang seakan-akan matanya itu berbicara kepada ibu-ibu disebelahnya “ awas bu dia copet” ,,  ooiiiiiiiiii gue bukan copett -__-

“loh kok?” dia menunjuk gue dengan rasa heran.

“eh heii , ,mau kemana?” tanya gue memecah keheranannya.

“aku mau PKL , kamu mau kemana ?”

“aku mau pulang”

“ke rahmatuloh ?” tanya polos

“iyahh , eehhh eehhhh nggak enggak pulang kerumah lah” pertanyaan macam apa itu

Dia pun ber-oohhhh dan mengangguk takzim.

“kamu PKL dimana?” gue mulai kepo.

“di PT.Inti ri” jawabnya singkat.

“oh yang di deket tegalega itu ya li?”

“iyaaaaaa”

Penumpang yang baru naik angkot warna biru nomor 30 di jl.elang itu adalah temen SMP gue yupp uli :P lancang ya gue di sepanjang perjalanan otak gue yang ngeres dan kurang 5 ons berkapasitas 5mb ini memikirkan dia.  Forgive me li
    
Sepanjang perjaanan dalam angkot gue ngobrol dengannya dan dia menceritakan tengtang PKLnya yang disuruh-suruh bawa gulungan kabel,angkat gallon,bikini kopi dan benerin genteng . kasian amat ya padahal sekolahnya di jurusan komputer malah jadi tukang angkat galon ahahahaha.
 
Angkot yang kami naiki melewati jl.jend sudirman,bentar lagi gue turun , kesel gue sama supir angkotnya kenapa sebelum memasuki jl.jend sudirman tidak bisa kah muter dulu ke meksiko lalu melewati equador dan transit di rusia lalu masuk ke jl.jend sudirman atau gimanan kek caranya agar gue bisa ngobrol lebih lama dengannya.

“mang kiri” *teriak pake toa ke telinga supir angkot*

“turun disinin ri?”

“iyah li, duluan yya”

“iyah ri hati-hati”

Pertemuan pun berakhir dengan ucapan hati-hati darinya dan cium tangan , cipika-cipiki lalu sun kening *okeh sip ini gue karang sendiri dan gak pernah terjadi*
    
“manusia tercipta dari produk apa yang dia pikirkan,apa yang dia pikirkan maka itu lah yang akan terjadi” ini isi dari buku the secret karya Rhonda byrne dan itu benar-benar terjadi di hidup gue dan gue alami sendiri di angkot warna biru nomor 30 pukul 14.00 wib. Terima kasih Rhonda Byrne untuk teorinya.