Hari senin ini
adalah hari terahir di bulan februari,waktu masih pagi ketika mata gue
terbangun dari tidur dengan adik kecil gue yang ikut-ikutan bangun dengan
tegangnya . gue menganggap ini wajar mungkin efek mimpi semalam yang gue alami
, iyah gue semalam mimpi dengan saepul jamil *bledagggg*
Menurut lagu anak-anak yang berjudul “bangun tidur” yang liriknya itu seperti
ini :
bangun tidur
ku terus mandi ,
tidak lupa
menggosok gigi ,
habis mandi
ku tolong ibu ,
membersihkan
tempat tidurku .
*bacanya gausah
pake nyanyi* .
dari lagu itu ada beberapa lirik yang gue
ikutin ketika pagi hari contohnya “bangun tidur kuterus mandi” iyah yang ini
gue ikutin abis bangun ya mandi bukannya langsung buka laptop buat nulis
skripsi , bukannnnn gue masih semester 2 masih jauh dari kata skripsi . lirik
kedua berisi “tidak lupa menggosok gigi” nah untuk lirik kedua ini kadang gue
lakuin kadang nggk , gue lakuin ketika gue membawa gigi ke kamar mandi kalo gue
lupa bawa gigi ke kamar mandi ya gue gak lakuin
soalnya sebelum tidur gue selalu melepas gigi gue kalo kata orang sunda
mah lameh teu buluan , ini gigi bego bukan baju kalo mau yang buluan makannnya
pake gigi yang terbuat dari cotton combad 24s *makin ngawur*.
lirik
berikutnya adalah “habis mandi ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku” nah
yang ini gue gak lakuin , bukan gue pemalas atau gasuka nolong ibu gue atau
yang gue panggil emak biar lebih akrab , tapi lebih menjaga sopan santun dan
etika gue kepada emak gue . gue biasanya habis mandi handukan dulu ngeringin
badan diteruskan memakai kolor lengkap
dengan celananya, gak mungkin kan gue
habis mandi dengan masih basah kuuyup dan mbelom mengggunakan baju sehelai pun
tiba-tiba bantuin emak gue yang lagi beresin tempat tidur , yang ada gue entar
disangka mau memeperkosa ibu gue dan di kutuklah gue jadi batu seperti malin
kundang yang durhaka kepada ibunya sehingga di kutuk menjadi batu , bedanya gue
di kutuk menjadi batu berbentuk sempak segitiga dengan gambar love di bagian
pantat.
Mungkin
30 menit kemudian setelah selesai mandi,sarapan dan lalu boker . gue siap-siap
untuk berangkat kerja , ikat tali sepatu,panasin motor,pasang helm SNI sampe
berbunyu “klik” dan dengan wajah so cool , kaki ngangkang seperti cowboy yang
akan berduel . “aku siap…aku siap…aku siap”ucap gue dengan percaya diri . halo
rutinitas selamat pagi.
“kamu emang pengen di kutuk jadi batu bentuk sempak ya ri” emak gue memecah
kepercayaan diri gue.
“salah saya
apa mak? Udah ya mak saya telat nih , pergi dulu ya”
Saat pamitan emak gue buru-buru masuk lari
kedalam rumah dengan panik . lah paling juga emak gue lupa matiin kompor atau
air yang dia masak gosong . terserah dah mak gue pergi kerja dulu , doakan
anakmu ini mak.
“heyy anak kampret , entar kamu di tilang
polisi . woooooiiiiiiiiiiii kamu lupa pake calana”
Meninggalkan rumah emak gue teriak-teriak
namun karena sudah agak jauh dan gue yang memakai hedset teriakan emak gue
tidak terdengar . gue pun melanjutkan perjalanan.
**
Gue
menikmati pagi dengan pagi itu dengan hati yang bersyukur mulain dari bangun
tidur gue tidak lupa membaca doa (doa mau adus) sampai sekarang gue yang lagi
di perjalanan menuju tempat kerja.
Cuaca bandung pagi ini seperti biasa dingin ,ada
yang aneh dari dingin ini gue ngerasa hanya dingin di bagian pinggang ke bawah
saja untuk pinggang ke atas biasa saja ,ah mungkin hanya perasaan saja gak ada
yang harus di pikirkan . gue pun memacu motor besi gue dan menambahkan
kecepatannya.
Sekitar
20 menit gue meninggalkan rumah dengan emak gue yang teriak-teriak gak jelasdan
gak kedengaran oleh kuping gue yang tersumpal hedset dan pakai helm juga. Motor
gue tertahan di lampu merah di salah satu perempatan menuju tempat gue bekerja
oke dah gue tunggu aja paling hanya beberapa menit , eh tapi apa tuh di depan
kok rame ada polisi segala lagi ? hati gue bertanya-tanya. Buka kaca helm dan
melihat kedepan dan ternyata ada operasi polisi (razia). Ah gye mah tenang kalo
ada rajia kaya gini mah , helm pake,surat-surat lengkap,motor layak jalan
walaupun hati yang tidak layak untuk di bawa-bawa *gausah bawa-bawa hati* yakin
gue dalam hati razia kali ini lolos seperti razia biasanya. Kalo pun disuruh
menepi kepingggir jalan paling gue tinggal menjawab ucapan selamat pagi yang
bakal dia ucapkan,lalu menunjukan sim dan stnk sesuai perintahnya, karena
surat-surat gue lengkap gue tinggal melanggang pergi dengan senyum penuh
kemenangan karena pak polisi tadi gagal dapet uang tilang sepersen pun dari
gue.
Hati
tenang karena yakin tidak akan kena tilang tapi ada sedikit perasaan aneh saat
gue menunggu lampu merah berubah menjadi hijau , entah perasaah apaa pokoknya
aneh kayanya orang –orang menertawakan sesuatu , sesuatu apa yang di tertawakan
? entahlah tapi gue merasa aneh . gue memperhatikan sekitar di sebelah kanan
motor Jupiter z yang di naiki seorang bapak-bapak terlihat cekikikan menahan
tawa,di sebelah kiri gue motor Honda beat yang di naiki seorang pelajar juga
sama cekikikannya . gue berpikir positif mungkin dengan mereka ketawa-ketawa di
pagi hari membuat mood mereka baik atau mungkin karena mereka terlalu
bersemangat , atau kalo boleh gue so tau mungkin dengan ketawa-ketawa di pagi
hari itu cara mereka mensyukuri pagi yang masih di berikan tuhan kepada meraka
.
Merah
di lampu lalu lintas berubah menjadi hijau tanda harus majunya kendaraan yang
tadi tertahan pada saat lampu merah. Satu persatu kendaraan seperti motor yang
berada di barisan depan maju perlahan,
mobil ,bus dan truk yang di belakang menyusul maju perlahan . gue pun ikut
maju.
Beberapa saat motor gue meninggalkan lampu
merah gue di hadang oleh lelaki berseragam dengan rompi warna kuning stabile
dan memakai helm SNI padahal dia tidak sedang mengendarai sepeda motor , gue di
hadang polisi yang bertugas.
“priiittt….prriittt…prriittttt….”suara peluit
dengan gerakan tangan menunjuk motor gue memerintahkan menepi ke pinggir
“selamat pagi” sapa polisi dengan tangan
bersikap hormat
“iya pagi” jawab gue.
“bias tujukan surat-surat kendaraannya!”
“ini pak”
“bapak saya tilang” sambil mengeluarkan buku
tilang di sakunya.
“salah saya apa pak? Sim dan stnk saya
lengkap” gue mencoba mengelak.
“bapak bawa motor gak pake celana ”menulis di
surat tilang , merobeknya dan lalu menempelkan tepat di bagian anu gue.
“KAMPRETTTTTTT!!!!!!!!”
gue lupa , celana gue ketinggalan ketika gue
boker tadi di rumah. Saat gue menyadari bahwa gue gak pake celana suasana di
sekitar menjadi ramai dengan sorak-sorakan dan siul-siulan orang- orang sekitar
namun gue sibuk menutupi bagian anu gue dengan kedua tangan.
“kasihan itu adik kecilnya masuk angina” salah
satu dari orang-orang mulai menyinyir.
“mas mas itu burung apa kecebong?” ini beda
orang lagi nyinyirnya
“ini jentik nyamuk” jawab gue ketus menahan
malu.
Suasana pun ramai dan gaduh dengan siulan dan
sorak-sorakan di selingi dengan celetukan dan nyirnyiran orang seiktar gue.
Langit
masih cerah dengan udara yang sedikit tercemar oleh asap damri yang hitam.
Kicau burung kalah oleh bisingnya kendaraan dan terikan kendek damri
elang-cibiru. Mungkin sekitar setengah perjalanan lagi gue nyampe di tempat
kerja namun gue tertahan di tempat razia polisi. 5 menit berlalu gue Manahan
malu tiba- tiba gue mendengar suara yang sudah akrab di telinga gue , semakin
lama suaranya asemakin jelas. Ah mungkin gue cuman berhalusinasi mana mungkin
emak gue ada disini , sekarang mungkin dia sedang masak dirumah itu juga jika
ada sayur untuk dimasak . suaranya semakin jelas dan semakin jelas lantas
memecah keheningan diri gue.
“heh anak badung , lu emang beneran minta di
kutuk jadi batu bentuk sempak”
“eh emak”
“elu kalo di bilangin orang tua dengerin
jangan main pergi ngeloyor aja kaya penganten baru di malam hari”
“rusuh mak”
“nih pake,emak khawatir elu di tilang
polisi.saekarang bener kan lu kena tilang dengan pasal porno aksi” emak gue
melemparkan celana ke muka gue , disusul celana dalamnya.
“iye mak maaf” gue mulai memakai celana yang
di lempar muka gue.
“cepet dah lu sono pergi kerja”
“iyaa mak , makasih ya mak” sun tangan
Suasana
menjadi berubah yang awalnya ramai dengan sorak-sorai dan siul-siulan karena
melihat pemandangan aneh di pagi hari melihat pengendara motor gapake celana
seperti melihat sirkus . suasana berubah menjadi haru oleh aksi emak gue
barusan dengan heroiknya.
Gue pun melanjutkan perjalanan menuju tempat
kerja setelah berpamitan dengan emak dan polisi yang tadi menilang gue . tidak
lupa jug ague mencopot surat tilang yang nempel di anu gue ini. Menuju tak
terbatas dan melampauinya gu pun ngacir dengan kecepatan penuh.
EPILOG !!!
Masih di tempat tilang polisi tadi.
“ibu saya tilang” tilang polisi kepada emak
gue
“berani kamu nilang saya?” memasang muka
sangar seperti ibu kost yang nagih uang kostan di awal bulan
“maaf bu bercanda,tadi di bajak” lah dikata
bbm di bajak
Wanita dan ibu-ibu itu selalu benar kalaupun
mereka salah laki-laki lah penyebabnya.
**