Senin, 21 November 2016

petarung malam yang memeluk sebuah pelukan



Petarung malam yang
memeluk sebuah pelukan


kaki yang berjalan tanpa langkah , dengan bahasanya yang khas tanpa mengeluarkan kata-kata ataupun suara walau sebising . dipenantian terakhir aku menanti datangnya seseorang yang tak ku kenal rupa dan bentuk pelipis kanannya yang puisi.

Pada malam tak telalu gelap dari sore hari namun tak juga secerah pagi , kalian bisa menemukanku di balik tetesan keringat , telapak tangan yang kasar , atau bahkan di sela-sela kaki seorang ibu yang sedang memeluk sebuah pelukan di pelukannya.

malam hari , disampingku adalah diriku sendiri yang bicara dengan bahasa ibu menceritakan sebuah kisah yang tak di mengerti oleh , deru angin , risau hati dan kau.


2 komentar: